Nabi Muhammad saw. Bukan Orang Arab...???

by Putra Galuh on 07:44 PM, 14-Nov-11

Category: Islam

bismillaahirrahmaanirrahiim


"Ya Nabi salam 'alaika, ya Rasul salam 'alaika, ya Habib salam 'alaika, shalawatullah 'alaika.."

Emha Ainun Nadjib [CakNun]; Muhammad SAW layak diduga sebagai seorang Arab-Jawa. Bukan Arab tulen.

CakNun; Muhammad SAW menolak digambar wajahnya demi menghindari kontroversi pada masa setelah ia wafat.

CakNun; Kontroversi itu terutama mengenai ciri fisik Muhammad SAW yg layak diduga tidak persis Arab tulen.

CakNun;cara berjalan Muhammad SAW tidak menunjukkan ciri gesture Arab tulen yg mendongak kepala dan jumawa.

CakNun;cara berjalan Muhammad SAW ialah melangkah santun dan "seperti menuruni ketinggian bukit". Tawadlu.

CakNun;cara berjalan Muhammad SAW adalah berat badan atas condong ke depan/ membungkuk, dan kaki kuat berkuda-kuda.

CakNun;tuturkata Muhammad SAW lemah-lembut. Mana ada orang Arab [tulen] yg begitu, terutama pada masa itu?

CakNun; tuturkata lemah-lembut ini khas Jawa, berbeda jauh dari style Arab yg suka bicara kasar dan meledak-ledak

CakNun; gesture dan tuturkata Muhammad SAW ini menjadi magnet sehingga kehadirannya menyedot perhatian Arab-arab tulen.

CakNun; Muhammad SAW suka bertapa [khalwat]. Bangsa Arab tulen tak punya tradisi ini. Bertapa itu khas Jawa.

CakNun; ibunda Muhammad SAW bernama Siti Aminah. Belum ada studi dan penelitian memadai mengenai Sang Ibu.

CakNun;tidak ada nama Siti di masyarakat Arab tulen. Siti bukan Bahasa Arab.

CakNun; Muhammad SAW berasal dari garis silsilah Ibrahim AS dari Siti Hajar. Hajar juga bukan Bahasa Arab.

CakNun; Siti Hajar layak diduga bukan Arab tulen, melainkan imigran. "Kalau bukan dari Klaten, ya dari Solo."

CakNun; Siti Hajar didatangkan untuk diperistri dan penghibur atas hati Ibrahim yg gundah. Bukan Arab tulen.

CakNun; Siti dan Hajar adalah Bahasa Jawa. Siti = tanah = bumi. Hajar = ajar = mengajar. Tulen Jawa.

CakNun; Muhammad SAW tidak dididik dg Al-Qur'an dan Hadits. Dia hanif hingga 40 th. Tidak shalat hingga 53th.

CakNun; tidak ada satu pun Nabi dan Rasul di muka bumi ini yg dididik dg Al Qur'an dan Hadits.

CakNun; Al Qur'an adl konfirmasi terakhir setelah membaca ayat qauniyah: alam semesta dan dirimu sendiri.

CakNun; Muhammad pernah berkata,"Ana 'Arab bila 'Ain. Aku Arab tanpa 'Ain." Bukan Arab tulen, tapi Gusti dari Jawa smile

( Emha Ainun Nadjib )


Tulisan diatas sebenarnya bukan untuk mempertanyakan legalitas kearaban Nabi, tapi menurutku yang tentunya dengan segala keterbatasan ilmu dan pemahaman berpendapat begini. Tulisan diatas sebagai sindiran kepada saudara-saudara muslim kita yang berbangga diri menampilkan atribut-atribut, simbol-simbol ketimur tengahanya, tetapi sikap dan perilakunya jauh dari nilai-nilai keislaman yang damai, toleran, humanis.
Bahasa guyonannya gini ''wong nabi aja niru-niru orang jawa, ngapain juga harus kearab-araban??'' smile

Satu hal yang menarik kita cermati adalah budaya ketimuran bangsa Indonesia, khususnya budaya jawa, yang sebelum islam masuk ke wilayah nusantara pun, sudah berperilaku islami. Makanya dalam sejarah, proses masuknya islam ke Indonesia tidak disertai dengan pertumpahan darah. Selain kemahiran para penyebar islam itu sendiri, juga didukung oleh kearifan lokal yang tentunya sudah tidak asing lagi dengan apa yang ditawarkan oleh islam.

Ini hanyalah pendapat pribadi yang mungkin jauh dari kebenaran dan sangat layak untuk diperdebatkan.
Wallahu'alam...

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

8 responses to "Nabi Muhammad saw. Bukan Orang Arab...???"

Abudzar [05:21 AM, 16-Dec-11]

Wallohu a'lam bishowab.

Asuwaja (asusiasi wajah Jahat) [08:55 PM, 10-Feb-13]

Dialah Allah yang lebih mengetahui dimanakah sebaiknya meletakkan risalah agama-Nya. (Qs. al-An'am 124)

Yahya bin Musa menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Harb memberitahu kepada kami, Muhammad bin Abi Ruzzain memberitahukan kepada kami dari ibunya berkata: “Ummul Harir itu apabila ada orang Arab yang meninggal dunia dia merasa susah, lalu dikatakan kepadanya: “Sungguh kami melihatmu apabila orang Arab meninggal, maka kamu susah.” “Dia berkata: “Aku mendengar tuanku berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Termasuk tanda datangnya Hari Kiamat adalah hancurnya bangsa Arab.” Muhammad bin Abi Ruzzain berkata: “Tuan Ummul Harir adalah Thalhah bin Malik. (at-Turmidzi)

Dari Nu’aim bin Hammad (Guru Imam al-Bukhari) telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi saw, beliau bersabda: “…orang-orang Romawi akan menerkam orang Arab yang masih tersisa di negeri mereka, membunuhi mereka, sehingga tidak ada lagi di negeri Rumawi seorang laki-laki Arab, perempuan Arab, atau anak-anak Arab, kecuali pasti dibunuh. (Kitabul Fitan, Bab Al-A’maq dan Penaklukan Constantinopel, hal 260).

Pernyataan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tersebut disampaikan dengan menggunakan kata nakirah dalam bentuk penafian “laa yabqaa ‘Arabiyyun”, sehingga tidak terkecuali siapa saja yang memiliki tanda-tanda keAraban, unsur-unsur kearaban, peranakan-peranakan Arab, pasti dibunuh karena kedengkian dan fitnah yang muncul dikalangan mereka terhadap orang Arab, hari ini mulai terjadi.

Muhammad bin Yahya al-Azdi dan Ahmad bin Mani’ dan lain-lain menceritakan kepada kami, mereka berkata: “Abu Badar Suja’ bin al-Walid memberitahukan kepada kami dari Qabus bin Abi Zhabyan dari ayahnya dari Salman berkata: Rasulullah bersabda kepadaku: “Hai Salman! Jangan membenciku itu akan menyebapkan kamu meninggalkan agamamu.” Aku berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana mungkin aku membencimu, karena engkau Allah memberi petunjuk kepadaku,” Beliau bersabda: “Kamu membenci bangsa Arab, maka berarti kamu membenciku.” (Hadits at-Turmidzi)

Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bisyr al-Abdi memberitahukan kepada kami, Abdullah bin Abdullah bin Aswad memberitahukan kepada kami, dari Husain bin Umar, dari Mikhariq bin Abdillah bin Thariq bin Syihab dari Utsman bin Affan berkata: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menghianati bangsa Arab, maka dia tidak termasuk dalam Syafaatku dan dia tidak akan memperoleh Cintaku.” (at-Turmidzi)

Dari Ibnu Abbas ra. katanya: Telah bersabda Rasulullah saw. "Membenci Bani Hasyim dan Anshar adalah Kufur dan membenci orang Arab adalah Nifaq". Dinyatakan oleh At-Tabarani dalam kitab Al-Kabir.

Kufur dalam hal ini bukanlah berarti kufur yang menjadikan seseorang keluar dari agama seperti mereka yang tidak berhukum dengan ketentuan Allah, tetapi ia dibawah kadar kufur itu, begitulah Ibnu Abbas ra memberi penjelasan. Membenci orang Arab adalah salah satu tanda kemunafikan. Dan ini memang dapat dibuktikan.

Muhammad bin Yahya al-Azdi memberitahu kepada kami, Hajjaj bin Muhammad memberitahu kepada kami, dari Ibnu Juraih berkata: “Abu Jubair memberitahu kepadaku bahwa dia mendengar Jabir bin Abdillah berkata: “Ummu Syuraik menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya manusia lari dari Dajjal ketika ia keluar sehingga mereka sampai di gunung-gunung.” Ummu Syuraik berkata: “Wahai Rasulullah, dimana orang Arab pada waktu itu?” Beliau bersabda: “Mereka sedikit.” Hadits ini hasan gharib shahih (HR. Ath-Turmidzi)

Asuwaja (asusiasi wajah Jahat) [09:17 PM, 10-Feb-13]

Dalam karyanya "Anwaar Muhammadiyya" [bahasa Urdu edisi, p.22-29] "Imam Allamah Yusuf bin Ismail Nabhabani (semoga Allah merahmatinya), meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar (r), yang mengatakan, "Rasul Allah (sallallahu alaihi wasallam) berkata," Allah memeriksa ciptaan-Nya dan memilih anak-anak Adam dari antara mereka, Ia meneliti anak-anak Adam dan

memilih orang-orang Arab dari antara mereka, Dia memeriksa Arab dan memilih saya dari antara mereka, jadi saya selalu terpilih pilihan. Sesungguhnya, orang-orang yang mencintai orang-orang Arab, itu adalah keluar dari cinta bagi saya bahwa mereka mencintai mereka, dan orang-orang yang membenci orang Arab, itu adalah keluar dari kebencian bagi saya bahwa mereka membenci mereka."

Dalam bukunya, "Kebajikan Arab", Syaikh ul-Hadis Maulana Zakariyya Kandhlawi mengutip hadits-hadits mengenai kebajikan dari bangsa Arab dan bahasa Arab.

Mulla Ali Qari telah mengutip hadis berikut Rasulullah, kedamaian dan berkah besertanya dan keluarganya: "Untuk memiliki cinta untuk Quraish adalah Iman sementara memiliki

kebencian bagi mereka adalah kufur. Oleh karena itu, siapa pun yang memiliki cinta untuk orang-orang Arab telah menyatakan cinta untuk saya (Nabi) dan siapa pun yang memiliki kebencian pada orang Arab telah dalam kenyataannya menunjukkan kebenciannya untuk saya "(Iqtidaus Siratil Mustaqeem, hal.156)

Allamah Shabbir Ahmad Usmani menulis dalam komentarnya mengenai ayat, "Dan Kami wahyukan Quran dalam bahasa Arab sehingga Anda dapat memahami" (Quran 12:2) "Bahasa Arab, yang paling fasih, dan terbaik dari semua bahasa yang dipilih untuk wahyu Quran. Karena Rasulullah adalah orang Arab, secara logis keutamaan pertama diberikan kepada bangsa Arab. Bangsa Rasul, pertama-tama harus mencicipi pengetahuan dan sesudahnya membuat orang lain melakukan hal yang sama. Jadi hal itu terjadi "(Tafsir Usmani (Urdu), p.311)..

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Cinta Arab karena tiga alasan:
Karena saya seorang Arab
Quran dalam bahasa Arab
Bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab (Baihaqi di Shuabul Iman)

Tha'alibi menulis dalam Fiqh ul Lugah, 'orang yang mencintai Allah, pasti akan menyukai Rasul-Nya dan siapa pun yang mencintai Rasulullah akan mencintai orang-orang Arab'.

Mulla Ali Qari telah mengutip Hadis berikut: "Untuk mencintai Quraish sementara memiliki kebencian bagi mereka adalah kufur. Oleh karena itu, siapa pun yang memiliki cinta untuk orang-orang Arab telah menyatakan cinta untuk saya (Nabi) dan siapa pun yang memiliki kebencian pada orang Arab telah dalam kenyataannya menunjukkan kebenciannya untuk saya "(Iqtidaus Siratil Mustaqeem, hal.156)

Abdullah bin Umar (R), dalam sebuah hadis yang panjang, mengutip kata-kata berikut dari Rasulullah, kedamaian dan berkah besertanya dan Keluarga-Nya, "Siapapun yang mencintai orang-orang Arab berarti telah mencintaiku dan siapapun yang membenci orang-orang Arab berarti telah memusuhiku" (Al Madkhal, p23)

Abu Utsman Nahdi ketika di Azerbaijan, ia menerima surat berikut dari Khalifah Umar, ra yang berpesan kepadanya: Kenakan Izar (kain yang digunakan untuk menutupi daerah antara pinggang dan pergelangan kaki) dan selembar. Pakailah sepatu dan kaus kaki menghilangkan kulit Anda dan jangan mengenakan celana panjang, tapi mengadopsi gaun ayahmu Ismail (AS), menjaga diri jauh dari kehidupan mewah dan dimanjakan dan menahan diri dari kebiasaan-non Arab. Menanamkan kebiasaan duduk di bawah sinar matahari karena merupakan tempat pemandian orang Arab. Meniru cara orang-orang yang Ma'd suku energik. Kenakan pakaian kasar dan membuat kebiasaan mengenakan pakaian tua. Jangan gunakan sanggurdi (saat pemasangan kuda), tetapi melompat ke atasnya. Praktek memanah. Dia yang menjadi mahir dalam bahasa Arab dan tata bahasa Arab, Quran dan Hadis, adalah yang paling beruntung.(Baghawi)

Rasulullah, kedamaian dan berkah akan atasnya juga dilaporkan telah berkata, "Barangsiapa memiliki kemampuan berbicara bahasa Arab yang benar seharusnya tidak berbicara bahasa lain karena ia menciptakan nifaq (kemunafikan). (Iqtidaus Siratil Mustaqem, p. 205)

Abu Hurairah, semoga Allah senang dengan dia menceritakan bahwa Rasulullah, kedamaian dan berkah di atasnya berkata, "Saya bersumpah dalam Berada di Tangan yang adalah hidup

saya, Allah mewahyukan kepada setiap Messenger dalam bahasa Arab, setelah itu ia (Rasul) digunakan untuk menyampaikan pesan kepada bangsa dalam bahasa mereka" (Majmuaz Zawaaid, p. 52)

Khalifah Umar (ra dengan dia) dilaporkan telah menyarankan mengenai keunggulan dari bahasa Arab ke rakyatnya, "(Ini lebih baik jika Anda) tidak belajar bahasa lain selain bahasa Arab" (Al La'Ali)

Pronto [02:19 PM, 02-Apr-13]

Heheh setuju, pelan2 juga terbukti dan memang bangsa arab akan kiamat 1) minyak akan habis, 2)..., hadis2 di kutip abudzar itu di buat 100thn setelah nabi wafat,dan terjadi perebutan kekuasaan antara sesama islam, jadi sudah penuh dengan muatan politis dimana para sahabat juga menjadi korban pembunuhan dan politik orang2 yang berebut kekuasaan, sebaiknya membaca sejarah islam dengan teliti jadi ga gampang dibodohi arab hanya mentang-mentang di tulis hadis, sekarang labih maju budaya arabnya dari pada islamnya. jilbab dan gamis emang orang kafir di arab pas jaman nabi ga pake jilbab dan gamis?? emang orang kafir di arab ga jenggotan pas jaman nabi? ortodox syriah shalat 7x sehari dan jelas mereka lebih dahulu dari islam jadi bentuk shalat itu adalh budaya arab bukan islam makanya nabi ga repot2 ngajar shalat atau ga buka kursus shalat khusyu

Yaya Suriasaputra [06:10 PM, 16-Jun-13]

Shalatnya pakai bahasa Indonesia ya? Khan bukan orang Arab.

pedagang [12:01 AM, 17-Jun-13]

CakNun; Siti Hajar layak diduga bukan Arab tulen, melainkan imigran. "Kalau bukan dari Klaten, ya dari Solo."

++++
mbok jangan ngawur...masak nb ismail dan keturunanya dr klaten...wong arab ndk kenal klaten

jawa [01:50 AM, 20-Nov-13]

kumpulan orang2 goblok????nasab orang jawa saja gak jelas darimana???mana ada nabi dari bangsa AJAM???diakhir zaman pengikut terbanyak DAJJAL adalah bangsa AJAM???apa AL_QUR'AN DAN SUNNAH bukan bukti ilmiah????kalian masing2 terlusuri dulu nasabnya??asal-usulnya???dengan fakta??jelas ngak???tolol!!!!

tempe bacem [01:34 PM, 30-Dec-13]

mau jawa atau arab, semuanya sama-sama keturunan Nabi Adam

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images